Tampilkan postingan dengan label bahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2016

5 Bahaya Memakai Korset Terlalu Sering

Wanita selalu punya cara untuk tampil langsing, cantik dan menarik. Salah satunya dengan menggunakan korset. Korset merupakan pakaian dalam yang dililitkan pada dada, perut dan pinggul agar terlihat rata, ramping dan menarik. 

5 Bahaya Memakai Korset Terlalu Sering

Namun, kebiasaan menggunakan korset terlalu sering justru tidak baik bagi kesehatan. Apalagi jika korset digunakan dengan cara yang salah. Korset seharusnya hanya digunakan sesuai kebutuhan saja dan tidak bisa dipakai setiap waktu. Selain itu, tidak semua orang boleh menggunakan korset. Mereka yang menderita hernia atau memiliki bekas luka tidak boleh menggunakan korset. 

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini 5 bahaya jangka panjang yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan memakai korset terlalu sering. 

1. Melemahkan Otot 
Semakin lama menggunakan korset maka otot-otot pada tubuh bisa menjadi lemah. Pasalnya, otot di dalam tubuh bekerja sangat keras mengikuti lekuk tubuh saat memakai korset. Otot di bagian perut akan tergantikan oleh korset sehingga semakin lama semakin lemah. Sebaiknya, gunakan korset sesuai kebutuhan dalam waktu seimbang. Jika korset digunakna selama 5 jam maka biarkan tubuh tanpa korset setidaknya 5 jam pula agar otot kembali relaks. 

2. Gangguan pernapasan
Pemakaian korset dari dada, perut hingga pinggul membuat pernapasan terganggu. Saat bernafas, rongga dada akan mengembang dan diafragmanya turun ke bawah. Dengan menggunakan korset, gerak leluasa saat mengembang dan turun ke bawah akan terhambat. Akibatnya, pengguna korset umumnya akan bernafas pendek karena masuknya udara untuk mengisi paru-paru terhambat. 

3. Alergi Kulit
Orang yang memiliki kulit sensitif lebih cenderung mudah terkena alergi kulit. Hal ini karena penggunaan korset yang melekat kuat pada kulit dan membuat tubuh menjadi panas. Akibatnya rasa tidak nyaman dan muncul radang kemerahan pada kulit.

4. Pembengkakan Tungkai
Saat memakai korset, aliran darah menjadi terhambat sehingga aliran darah dari dan menuju jantung melambat. Akibatnya kaki menjadi kebal dan semakin lama tungkai menjadi bengkak. 

5. Chlorosis (greensickness)
Memakai korset terlalu sering membuat otot punggung di bagian bawah dipaksa untuk memberi dukungan tambahan. Kondisi ini bisa memicu berhentinya pertumbuhan tulang belakang. Dokter memprediksi resiko paling parah dalam pemakaian korset adalah chlorosis (greensickness). Hal ini ditandai dengan kulit menjadi putih kehijauan karena adanya gangguan empedu.

Nah, pemakaian korset terlalu sering ternyata bahaya juga untuk jangka panjang. Oleh karena itu, kurangi pemakaian korset hanya pada saat yang dibutuhkan. Lebih penting lagi, bahwa korset hanya menampakkan kondisi yang ramping. Untuk membuat tubuh langsing secara alami tentu harus mengurangi lemak pada tubuh dengan diet sehat dan olahraga yang teratur.

Minggu, 13 Desember 2015

Ini Dia 5 Bahaya Tidur Dengan Make Up

Menggunakan make up dalam aktivitas keseharaian mungkin sudah menjadi hal yang biasa bagi semua wanita. Tampil menggunakan make up memang membuat wajah lebih cantik dan menarik. Namun, setelah rutinitas harian selesai, jangan pernah lupa atau malas untuk membersihkannya. 

Ini Dia 5 Bahaya Tidur Dengan Make Up

Tidur dengan make up menempel di kulit wajah bisa menimbulkan resiko bagi kulit. Jika ini terjadi, maka kecantikan pun akan pudar perlahan. Nah, untuk mencegah hal tersebut, ada baiknya kita kenali 5 bahaya tidur dengan make up di kulit wajah berikut ini.

1. Muncul Jerawat
Resiko pertama yang sering dialami yaitu munculnya jerawat pada wajah. Make up yang masih menempel di kulit wajah membuat sel kulit mati dan kotoran mengendap di permukaan kulit. Sehingga pori-pori kulit tersumbat dann munculah peradangan kronis dalam bentuk jerawat. 

2. Wajah Kusam
Saat kita tidur, posisi tidur kita seringkali berubah-ubah menyesuaikan kenyamanan. Make up yang masih menempel bisa sering tertekan oleh bantal saat tidak kita sadari. Dalam waktu yang lama, kulit wajah yang tertekan saat tidur akan menjadi berminyak dan terlihat kusam. 

3. Penuaan Dini
Apabila tidur dengan make up ini menjadi kebiasaan, maka jangan heran jika wajah akan terlihat lebih tua. Penuaan dini ini disebabkan oleh terjebaknya kotoran dan make up sehingga kulit akan mengalami oksidasi dan kerusakan. Akibatnya kulit akan menjadi keriput dan nampak tua.

4. Rawan Infeksi
Mungkin awalnya, kulit wajah hanya berjerawat. Saat kita tidur, seringkali terjadi aktivitas yang tidak kita sadari. Sehingga, peradangan ini lama-lama bisa menjadi infeksi yang lebh serius. 

5. Terkena Ruam Kulit
Ruam kulit yang sering ditandai dengan bercak merah pada kulit ini disebabkan oleh iritasi. Iritasi ini bisa berasal dari campuran bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam make up. Tidur dengan make up masih di wajah sangat beresiko terkena iritasi dan ruam kulit. 

Menggunakan make dalam aktivitas sehari-hari adalah hal yang wajar. Namun, setelah berada di rumah, jangan pernah lupa atau malas untuk membersihkannya. Selalu bersihkan sebelum beranjak tidur agar kecantikan wajah tetap terawat. 

Jumat, 27 November 2015

7 Reaksi Tubuh Akibat Tumpukan Racun

Akumulasi racun di dalam tubuh tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Akumulasi racun di dalam tubuh bisa menjadi bahaya laten. Awalnya mungkin Anda hanya merasa cepat lelah, kurang bersemangat, dan terjadi berhari-hari tanpa diketahui penyebabnya. Anda akan tersadar ketika organ-organ tubuh mulai terganggu. Seperti ginjal yang bertugas menyaring racun. 

7 Reaksi Tubuh Akibat Tumpukan Racun

Nah, untuk mengantasipasi hal seperti itu, sebaiknya ketahui reaksi tubuh akibat tumpukan racun berikut ini. 

1. Sering merasa lelah

Lelah menjadi hal yang wajar jika aktivitas harian Anda memang padat dan marathon. Namun, perlu diwaspadai jika Anda sering sekali merasa lelah, padahal aktivitas harian biasa saja. Apalagi jika tidur Anda sudah cukup, masih saja lelah dan mengantuk. Reaksi tubuh seperti inilah yang bisa menjadi petunjuk bahwa ada tumpukan racun di dalam tubuh. Sehingga mengganggu hormon di dalam tubuh. 

2. Susah menurunkan berat badan

Reaksi tubuh kedua bisa dilihat saat hendak menurunkan berat badan. Olahraga sudah, makanan berkalori pun sudah diturunkan. Namun, berat badan masih saja stabil di angka tinggi dan tak mau turun. Akhirnya, Anda frsutasi dan menyerah menurunkan berat badan. Hal ini justru dapat memperparah resiko penumpukan racun dalam tubuh. Racub dapat mengganggu reaksi organ dan juga sistem hormonal dalam tubuh.

3. Sering bau mulut

Bau mulut erat kaitannya dengan masalah penceranan di dalam tubuh. Namun, sering bau mulut juga bisa menjadi reaksi tubuh yang berkaitan dalam organ pencernaan, seperti hati sedang mengatasi racun. Jika hal ini sering terjadi maka perbanyak lagi usaha Anda untuk membersihkan gigi, sikat gigi, mengunyah permen karet ataupun permen beraroma wangi. Meskipun usaha ini akan menolong Anda dalam beberapa saat saja. 

4. Susah BAB atau sembelit

Susah BAB dan sembelit biasanya karena tubuh kekurangan serat. Namun, tak hanya itu saja, reaksi ini juga bisa menandakan bahwa terjadi akumulasi racun di dalam tubuh. Racun-racun tersebut umumnya berasal dari makanan yang tidak sehat, makanan berbahan kimia, makanan berpengawet atau makanan yang tercemar pestisida. 

5. Sensitif bau

Sensitif terhadap bau mungkin hanya terjadi pada sebagian orang. Reaksi ini biasanya terjadi pada bau-bauan dari bahan kimia. Kesensitifan tersebut umumnya disertai dengan gejala sakit kepala atau sakit perut. Sebaiknya, hindarkan diri terlabih dahulu dari bahan-bahan yang mengandung pewangi. 

6. Sering nyeri otot

Nyeri otot yang tidak terjadi akibat aktivitas fisik bisa menjadi pertanda bahwa tubuh Anda sedang mengalami tumpukan racun. Nyeri otot bisa terjadi meskipun Anda tidak sedang beraktivitas berat. Dan reaksi ini bisa terjadi secara terus menerus dan sering. 

7. Alergi pada kulit

Tumpukan racun dalam tubuh juga bisa diketahui dari alergi yang terjadi pada kulit. Misalnya, tiba-tiba muncul jerawat, ruam, eksim dan masalah kulit lainnya. Padahal kehidupan Anda biasa saja dan Anda pun mengkonsumsi makanan yang biasa Anda makan. 

Jika beberapa reaksi tubuh diatas terjadi pada diri Anda, sebaiknya segera sadari dan cari penyebabnya. Anda  pun dapat mengkonsultasikannya pada dokter yang berkompeten. Jika Anda menemukan aktivitas harian Anda bisasa saja, maka bisa jadi hal tersebut terjadi karena tumpukan racun di dalam tubuh. Segera lakukan detoksifikasi dan diet sehat dengan pemilihan makanan yang bergizi agar organ dan fugsi hormonal kemabli normal. Tidak sakit belum tentu sehat, oleh karena itu jaga kesehatan Anda dengan benar.

Sabtu, 29 Agustus 2015

7 Bahaya High Heels Bagi Kesehatan Wanita

High heels (sepatu hak tinggi) saat ini seperti sebuah keharusan bagi wanita yang ingin tampil anggun dan cantik. High heels sendiri sering digunakan agar terlihat lebih tinggi dan memperindah bentuk betis sehingga meningkatkan kepercayaan diri wanita. 

7 Bahaya High Heels Bagi Kesehatan Wanita
efek memakai high heels
Seiring perkembangannya, high heels menjelma menjadi sepatu berhak tinggi dan lancip yang tak pernah absen menghiasi selebriti dunia. Memang high heels memberikan efek seksi dan anggun, tapi kamu harus tahu juga bahaya yang mengintai dibaliknya. Nah, berikut ini beberapa bahaya memakai high heels bagi kesehatan wanita.

1. Sakit pinggang dan punggung 

Pada awal-awal mengguanakan high heels kamu akan merasakan sakit di area pinggang dan punggung serta kaki. Pinggang akan terasa pegal sedangkan punggung akan terasa sakit karena memberikan tumpuan pada tubuh untuk terus berdiri tegak. 

2. Kram kaki

Kaki mulai dari paha hingga pergelangan kaki akan terasa tegang dan kram karena menahan berat badan secara keseluruhan. Saat berdiri lama menggunakan high heels maka kaki akan semakin nyeri dan kaku. Bahkan, bisa terjadi peradangan pada jemari kaki jika bahan sepatu terlalu keras.

3. Varises

Varises bisa terjadi jika terlalu lama memakai high heels. Otot tumit bagian belakan serta betis menegang dan memicu pembuluh darah tertekan. 


Kapalan pada kaki merupakan bentuk pertahanan tubuh untuk melindungi kaki dari gesekan dan tekanan berlebih. Biasanya kapalan akan terbentuk pada tumit, jempol dan lengkungan kaki. Kapalan adalah penebalan sel kulit mati yang bisa terasa sakit jika terus tertekan.

5. Bunions

Bunions adalah benjolan menonjol di bagian dalam kaki disekitar jempol kaki. Bunions menyebabkan kondisi kaki depan (jari kaki) tumpang tindih. Gejala bunions adalah peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada permukaan sisi jempol kaki. 

6. Morton's Neuroma

Morton's neuroma adalah cedera pada pertengahan telapak kaki dan jari kaki karena pemakaian high heels atau sepatu yang kesempitan. Cedera ini semakin lama akan terasa tajam, panas, kesemutan bahkan mati rasa. 

7. Perubahan gaya berjalan

Sebuah penelitian menemukan bahwa memakai high heels setiap hari dapat menyebabkan perubahan gaya berjalan. Mereka yang selalu memakai high heels cenderung memiliki langkah yang lebih pendek, menyentak dan posisi kaki tertekuk akibat otot yang lebih sering tertekan.

7 Bahaya High Heels Bagi Kesehatan Wanita
high heels aman : bahan dan pemakaian
Menggunakan high heels untuk keperluan tertentu memang tidak ada salahnya. Namun, perlu juga memilih dan mengatur pemakaiannya untuk meminimalisir resiko yang ditimbulkan. Pilihlah sepatu dengan bahan yang nyaman, lembut dan sesuai dengan stuktur kaki. Yang terpenting adalah atur pemakaiannya jangan terlalu lama dan terlalu sering.